Keadaan Sampul Buku Belum Tentu Mencerminkan Kualitas Buku
Agu 19th, 2008 by ulfi
Tidak jarang kita melihat kejadian yang ada di sekitar kita saat ini merupakan cermin dari judul yang aku buat. Contoh yang paling nyata adalah penipuan, baik penipuan materi maupun non materi.
Mungkin kalo’ contoh penipuan materi sering kita lihat di berita dan juga bisa kita tebak bahwa hal tersebut tidak jauh dari penipuan uang.
Ada penipuan non materi yang dampaknya bisa jauh lebih buruk dari pada penipuan materi. Yang sering terjadi adalah penipuan yang terjadi terhadap wanita. Misalnya, seorang yang terpandang di suatu lingkungan bisa memanfaatkan keadaan ini. Dengan dalih untuk memperdalam ilmu, dia meminta korban (biasanya wanita) untuk rela di setubuhi. Dia juga menjanjikan sang korban akan menikahinya suatu hari nanti. Karena sang korban memandag dia sebagai orang yang terpandang, baik, suka berbagi, akhirnya sang korban menurut saja.
Tapi apa yang sang korban terima pada saat menagih janjinya? Boro2 dinikahi, diakui saja tidak bahwa sang korban pernah di setubuhi.
Kenapa aku katakan bisa jauh lebih buruk dari pada penipuan materi? Yang perlu di ingat adalah bekas yang akan terus di bawa oleh wanita sampai kapanpun dan itu sangat mahal harganya (bahkan tidak bisa dihitung).
Hal lain juga mengenai keyakinan, apakah karena orang yang kita lihat itu baik, suka berbagi, bersosialisasi sehingga kita selalu mengikuti apa yang dikatakan orang tersebut? Apakah pada saat dia ketahuan mencuri (walaupun terselubung), kita diam saja atau pura-pura diam saja? Atau bahkan kita ikuti karena kita yakin dengan dia?
Aku sih bukan orang pintar, tapi mau belajar dan berusaha untuk mengatakan bahwa benar adalah benar dan salah adalah salah.